aku tidak kecewa

Aku tak mau bilang kecewa, tapi itukah kenyataannya? Saat gelap dulunya begitu bewarna, namun kini yang tertinggal hanyalah sisa. Sisa kepercayaan, sisa kekuatan, dan mungkin akupun hanyalah bagian remah dari sisa itu. Tak akan maju dan berkembang, berlelah-lelah yang tak berkesudahan, tiada guna membuat tanpa menjalankan. Kita masih ternafsi dalam ashabiyah-ashabiyah yang tak lagi semestinya. Kita akan terus begini dan begini lagi, kita akan menjadi bagian stagnan jika yang kita kedepankan hanya pemikiran tertentu.

Aku bilang maaf, jika memang pada kenyataannya aku harus mundur setapak demi setapak dengan alasan yang tak akan kalian ketahui. Aku tidak kecewa, jika memang harus menjadi kenyataan yang terus-menerus terjadi apa yang kita kerjakan selama ini hanya dan lagi-lagi hanya dilakukan oleh sekumpulan. Salah jika kalian menyalahkan, karena kenyataannya kesalahan itu pun sudah terus-menerus terjadi. Tak akan berkembang, jiwa yang dilatih hanya untuk jiwa yang memang sudah terlatih. Kita hanya bisa dikatakan berkembang, ketika kita mampu mengembangkan jiwa yang pada awalnya kerdil kemudian menjadi jiwa yang lapang akan pemahaman. Apa pemahaman? Ya, mungkin aku juga bagian tak paham yang sering diungkit-ungkit. Tapi kali ini ku minta maaf, hal ini terus-menerus menggangguku. Tak peduli siapapun dibalik sana. Tapi ku pinta, jangan pernah kalian menegsampingkan yang lainnya. Jika terjadi, lalu apa fungsi kalian? Jangan sampai kita hanya bagian dari yang mengedepankan diri kita. Berharap pelangi, namun hanya melukiskan nada yang sewarna, berharap warna-warni tapi hanya menanam yang semacam, berharap sesuatu yang kompleks tapi lagi-lagi hanya satu yang diperjuangkan. Aku tidak kecewa, sama sekali tidak. Hanya saja semoga kebutuhan yang banyak ini tidak mengenyangi untuk sebagian golongan saja. Namun jika itu memang yang terbaik, ya sudahlah..  

Dan langit ini pun semakin gelap, semakin ku jauhi, semakin tak ingin menjauh. Semakin tak terlihat lagi asa di sana. Aku tak tahu, mungkin akupun bagian dari kesalahan. Tapi semoga ini tidak lagi jadi pemberatan bagi cahaya-cahaya selanjutnya.  Innamal mukminuna ikhwah!

*kemudian bingung, tulisan apalah ini* -___-

Advertisements

2 thoughts on “aku tidak kecewa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s