dan pemboros-pemboros itu…

Tiba-tiba sepajang perjalanan menuju Lsi tadi, saya ingat betul kisah zaman SD yang sangat menyenangkan bersama teman-teman mengaji. Ceritanya, kami dulu sering sekali tampi (bukan nampil ya), ntah jadi pemeran drama (sebagai dokter hihi), ntah sebagai penasyid, atau saat kami membacakan tafsir beramai-ramai dengan jatah ayat masing-masing.

Ramadhan selalu berhasil membawa pada eforia menyenangkan itu.

Dan saat membaca tafsir, saya ingat kebagian  “dan pemboros-pemboros itu temannya syetan”.

Berasa kesambar-sambar. Teringat diri yang masih keduniawiaan. Misal dalam hal belanja.. hehehe. Selalu saja melakukan pembenaran, jika yang dibeli itu sangat penting dan urgent. padahal, bisa juga koq dibelinya nanti-nanti. Kalo sudah begini, malulah bila mengenang ayat tersebut.

Selain dalam hal belanja, Ramadhan ini sering sekali kita dapati. Makanan yang nampak begitu “boros”, padahal saat berbuka yang dimakan tak seberapa. Akhirnya makanan itu mengalami kenaasan. Hanya dipandangi. Semestinya Ramadhan itu bisa mengunci kita dari segala nafsu, termasuk nafsu belanja, nafsu makan, bukan hanya saat sedang menjalankan puasa tapi juga setelahnya.

Seperti yang bersama kita ketahui, bahwa bulan ini adalah sebaik-baiknya kita mentarbiyah diri. Menyiapkannya dengan baik sejak lama, pun merefleksikannya dalam amal dan kehidupan kita. Mari belajar hemat untuk diri sendiri, dan memperbanyak sedekah untuk orang lain. Ingat “harta mukmin itu adalah yang ia sedekahkan”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s