Category Archives: myRamA

Ngabisin Paket Yang Tak Seberapa

Selalu teringat kisah Ramadhan di massa kecil dulu, semuanya membekas tak ubahnya runutan peristiwa yang masih rapi. Kenapa saya selalu mengingatnya? karena Ramadhan saya begitu berarti. Walaupun itu semua tetap diselingin dengan kenakalan dan kepolosan gaya khas seorang anak-anak ingusan.

Hari itu saya dan dua teman saya sibuk mematahkan dahan-dahan pohon yang di ujungnya terdapat buah-buah kecil yang menjuntai, sebagain buah bewarna ranum keorange-an, sebagian lagi masih bewarna hijau. Tanaman itu sering disebut ornag sebagai tanaman bonsia, tapi tanaman ini tidak kerdil seperti sebagaimana mestinya bonsai. Tapi tanaman ini justru tumbuh mnejulang dengan buah-buah yang lebat. tapi buahnya tidak bisa dimakan ya. Setelah sebelumnya meminta izin kepada sang pemilik tanaman, kami dengan agak anarkis mengambil butir-butir dari buah itu. Bis a dibilang semnagat kami melebihi para pejuang 45. 😀

Setelah buah dari tanaman bonsai terkumpul, kami pun mencari target berikutnya untuk menambah pasokan. Tetap dengan buah yang berkarakteristik sama, buah yang bentuknya bundar dan ukuran agak kecil. Dan sasaran kami kali ini adalah terung pipit. Kalau ada yang terkena lemparan dari buah ini, rasanya lumayan dah. Sebenarnya buah ini buat apa ya? lanjut dulu ya..

Setelah buah-buah tadi terkumpul, kami kemudian mencari kayu-kayu sisa bangunan yang tidak terpakai. Kemudian kami mengambil parang dan pisau atau sejenis senjata yang bisa digunakan untuk potong-memotong atau belah-membelah. Kami ukirlah kayu-kayu sisa tadi dengan segala unsur seni dan kreativitas yang kami miliki. Dan akhirnya “Tara..jadilah pistol2an khas buatan kami. Kenapa khas? karena pistol2an dari kayu bekas ini bentuknya “cew” banget, soalnye agak sedikit tidak beraturan dengan paku yang kurnag rapi. Maklum, kan kurang ahli dalam hal pertukangan. #eeaa

Jadi buah-buahan yang kami ambil tadi sebenarnya digunakan untuk peluru dari pistol yang telah kami buat. Memang untuk apa kami membuat ini semua? oke kita lanjtkan ya..

Keesokan harinya, kami siap tempur. hari itu adalah hari pertengahan ramadhan. Setelah pulang dari shalat subuh di masjid, saya siapkan diri untuk tilawah. Karena harus mengejar targetan tilawah dengan sedikit ngos-ngosan, hampir tertinggal daari yang lain cuyy. Ba’da tilawah, waktu yang ditunggu pun tiba. Subuh ini mengaji lagi seperti rutinitas biasa. Sebenarnya kalau tidak ramadahn, kami mengajinya malam hari atau sore. Setelah sampai di tempat mengaji yang tidak jauh dari rumah, kami mengaji seperti biasa. Tadarus, dicheck kesalahan sama-sama, ibunya kemudian cerita sedikit. Setelah itu dimulalah detik-detik yang saya tunggu.

Pertempuran dimulai.. Kali ini tema perangnya adalah perang Badar. Ada yang berperan sebagai kaum kafir Quraisy dan ada yang berperan sebagai kaum muslim. Kami yang perempuan rata-rata berperan sebagai kaum muslim. Dengan pistol2an seadanya dan peluru yang super banyak, kami semua siap membabas bingkas musuh. Tapi sebenarnya baru terpikir sekarang, emang di Zaman Rasul dulu ada Pistol ya?? |ecak-ecaknyolah yoo..|

Dan dengan segala kelincahan plus kegesitan kami, kamu muslim pun memenangkan pertarungan. Sesuai dengan apa yang ada di dalam Sirah. |makmano idak menang, yang jadi kaum muslimnya banyak. yang kafirnyo dikit nian| haha

Tapi hal yang selalu aku suka dari peperangan ini adalah, kami seolah-olah tengah mengalami peperangan itu. Kami memiliki pemimpin perang di sana, kami juga menggunakan “strategi” dalam menghabisi lawan.

Saya selalu suka Ramadahan, apalagi ketika kami mulai berkejaran saat tilawah. Untuk khatam satu Juz, dengan saingan kami kakak-kaka yang usianya jauh dari kami.

Saat kami berlomba-lomba memenangkan lomba jalan santai, saat kami jalan-jalan pagi ba’da mengaji di Persada Belakang.

*Edisi menghabiskan paket yang tidak seberapa.. Begitu pula dengan Ramadahn yang hanya satu bulan. Semestinya ada edisi yang berbeda yang kau ciptakan di sana.

Ramadhan ku, Ramadahnku.. dengarkanlah seruanku.. aku rindu aku rindu, aku rindu ramadhanku.

|Tinggal berapa hari lagi ya??| ^____^

Advertisements