Category Archives: puisi

_____

Tetaplah menyelami, walau berat memapah diri.

Dalam gelimang dosa,

Berenang dalam tungkai payah, jiwa keruh

Bahkan air mata terlalu kering, untuk tangisinya lagi

Kain iman yang terlalu kumal

Tambal sana- tambal sini

Kalah kau pada tasbih-tasbih embun setiap pagi

Bunga-bunga saja bersaingan

Kalah kau, pada mentari yang tak sepenggalpun lalai sinari bumi

 

Tetaplah, menelusuri

Jalan-jalan sepi sunyi

Penuh kerikil duri

Jangan tanya tentang luka

Itu terlalu biasa

Apalagi tentang tenaga

Dibanding aib-aibmu, tak seberapa

 

Bila Citakan firdaus

Padahal belum teruji sama sekali

Jangan timbang-timbang lagi

Teruslah mensyukuri

Ruang luas dalam bernafas

*edisimelowkiti*

Advertisements

Temukan aku

Bila ia datangi fajar

Temukan aku antara gelap dan cahaya

Di sana ada suara-suara masa

Cerminan tapak pertama

Atau bila..

Yang nampak itu aku di antara hijau berwarna

Temukan sekilau embun yang hempaskan lembutnya

Menyelidik mencari noktah pagi dibalik cahaya

 

Bila ia datangi senja

Bersembunyilah!

Dan raihlah aku  antara sejumput awan

Yang ikhlas bergantian semburatnya

Aku di sana..

Menunggu tanpa rindu

 

Dan bila..

Ia dapati malam tak bercahaya

Letakkanlah jejak lewat bayang

Biarkan  gelap merangkai jeda nafas

Dan angin-angin itu menyatukan!

Ia akan temui aku berjalan..

Merengkuh ruang

Memapah kosong

Karena aku menunggui tanpa rindu.

Lagi!