Category Archives: *TanpaKode*

Analisi Dampak Tidak Diizinkan Mabit *Nulis wae lah #Jurusan

Apa kabar hati?

Semoga Allah selalu menjaga lembutnya..

Hingga dosa menggunung mampu kita sadari

Apa kabar iman?

Semoga Allah selalu menempa kita dengan berbagai cara..

Hingga kita sadar Rahman dan RahimNya tak hanya mengepul di udara

Apa kabar ukhuwah KITA?

Semoga Allah selalu membingkainya lewat Rabitha2 dipengawal pagi dan di penghujung senja..

Semangat selalu untuk teman-teman dakwah di jurusan!!

Salam Semangat Karena Allah SOSEK SOLID for FUTUH SOSEk!!

*afwan atas segala kelalaian, semoga kita sama2 diberikan ampunan

Itu SMS 3 karakter yang saya send gak All ke temen2 ADK Jurusan. Apa ya, kenapa ya? Rasa rindu itu tiba-tiba menyeruak dalam dada. Tak tertahankan, rasanya ingin bilang “Kapan kita bisa syuro’ lagi, sebentar lagi PMB lho..” ah iya, bagaimana saya bisa lupa tentang jurusan yang mengajarkan dan mendidik saya dalam banyak hal, bukan hanya pendidikan dalam bentuk hard skill, tapi juga soft skill. Bagaimana ketika kami dengan segala upaya mempertahankan sesuatu yang jelas banyak ditentang orang-orang. Bagaimana harus marah dan menegaskan tentang komitmen kepada teman-teman, syuro’2 berbumbu heroik menegangkan, sambil menikmati suguhan senja di kampus tercinta. Ya mana ada syuro’ jurusan ini pernah siang, dilakukan pagi juga baru akhir2 ini, kami selalu menghabiskan waktu sore untuk mengupas inti dari sebuah seliuet gagasan. Kami paparkan dengan berbagai trik, kami aplikasikan konsep dengan berbagi cara. Saya belajar siyasah di komsat dan mengaplikasikannya secara ringkas dan sederhana di sini.

Dan ternyata benar kata salah satu kakak sesepuh di jurusan ”suatu saat kalian akan rindu massa ini”. Ikut musra sampe berhari-hari bahkan sampe malam. Syar’i gak syar’i kemaren tu –”. Musra mana sih yang bisa lebih dari 5 hari kalo bukan di jurusan kami *bangga? >_<. Juga waktu jadi timses yang kurang baik, adeuh. Sampe printer jalannya ngesotpas mengeluarkan tinta. Tolonglah ya!! Bahkan file timses itu masih saya simpen rapet, takut ada yang baca. *hah

Kenapa jurusan?

Bukankah kita berdakwah tidak ala kadarnya saja, kita punya visi, kita punya misi yang jelas!! Dakwah harus menyentuh secara menyeluruh tidak hanya pada tingkatan kampus, tapi juga pada inti-inti kecil dari sekub dakwah. Paling kecilnya dari tataran jurusan. Jurusan adalah salah satu cara paling jeger untuk membuat dakwah kita lebih nendang. Alhamdulillahnya kita-kita bisa merasuk di atmosfer jurusan, karena ketika kita bisa membaur dengan cara yang apik dalam tataran ini kedekatannya akan terasa sekali. Mau tidak mau, karena dengan orang-orang di jurusanlah kita bisa berinteraksi lebih intens daripada di ranah lainnya. Menurut saya sih 😀

Apalagi kalo kita jadi orang yang lumayan famous di jurusan, adek-adek seolah-olah jadi fanznya kita yang baik #eaaa. Karena jaman-jamannya baru masuk ke dunia kampus itu, jaman-jamannya galau dan butuh sentuhan-sentuhan, dan kakak2 yang mengobdik itulah yang bisa menyentuh dengan sentuhan yang baik. Kayak gue yang dapat julukan kakak Teramah ini pas P2k taon kemaren2 :p. Percaya gak percaya, terserah yang membaca dah. Haha.

Jadi gitu, kenapa harus jurusan. Saya juga kenal seorang dan beberapa orang mbak awalnya dari jurusan, kenal kk2 yang kebetulan waktu itu adalah ketum LDF juga di jurusan, juga kakak yang banyak punya fanz pas opdik untuk selanjutnya jadi orang ternama di fakultas. Alhamdulillahnya lagi, kakak2 dan mbak2 ini bisa menyentuh kami dengan cara yang pas Mantabb. Juga kami punya temen-temen seperjuangan yang walopun agak rada2, tapi jadilah :p. Ada yua Csan dalam konsepan dan aplikasi, ada silvi, riris, yanti, muslimah, beti, ada abad, ijul, daud, mawan, ijal, dandi tempat keno marah. siapa lagi ya? Lupa. Nama bebas sensor kan? Ntar dimintai royalti lagi saya.. -___- hah*

Walopun sekarang kesibukannya sudah berbeda-beda, dan membuat koneksi lumayan lemot. Tapi saya rindu mereka semua, rindu masa-masa mengkonsep sesuatu walau alakadarnya. Rindu harus menangisi sesuatu yang tak tercapai, walau saya seolah tertuduh pengkhianat *ohtidak!. Dan mungkin juga saya rindu marah-marah sama mereka2 itu. *upz. Soale tempat paling nyaman marah itu dengan mereka-mereka ini. Haha.

Semoga kita sebagai da’i yang menyeru kepada kebaikan tidak akan pernah lupa dengan jurusan kita. Meski kecil, tapi dari yang kecil inilah kita bisa menyusunnya menjadi kepingan-kepingan yang bermakna. Ibaratnya dakwah ini sebuah bangunan, ia terdiri dari batu bata, pasir-pasir kecil, air, semen. Terus apalagi? –maaf bukan tukang bangunan. Mungkin saja jurusan hanya menjadi ladang dakwah yang menghasilkan pasir-pasir kecil, tetapi hanya pasirlah yang mampu mengikat dan mengokohkan bangunan. Tanpa pasir bangunan itu tak akan sekokoh biasanya. Kalo hanya dengan semen, ia hanya akan menjadi debu, kalo hanya dengan batu bata ia hanya akan menjadi susunan, sedang jika dengan air saja ia hanya akan menjadi partikel yang cair.

*Buat adek-adek di jurusan, dakwahnya jangan ngesot. Slow but Suer ya. Jangan sibuk karya tulis aja. Sedikit-sedikit belajarlah trik n tips bersiyasah. Kalian adalah adek-adek terhebat kami. Hhihi sok kembak’an XD.

Advertisements