Category Archives: traveller

PULAU MASPARI

Sumatera selatan ternyata luasnya memang lumayan untuk ditempuh dengan jalan kaki, tapi bagi sobat-sobit yang mengaku wong kito asli kayaknya masih banyak yang belum menyusuri keeksotisan yang sesungguhnya dari provinsi yang terkenal dengan cukonya ini. Termasuk saya meii bi. Saya mau sedikit banyak berbagi tentang salah satu keeksotisan yang dimiliki sumatera selatan, berawal dari tempat penelitian yang terlalu berkesan untuk dilupakan. Saya menjadi tertarik menceritakan tempat ini lagi. Maklum derita orang hobby jalan-jalan dan menikmati setiap perjalanan, jadi memori internalnya masih banyak menyimpan kenangan itu. Duh, maaf muqadimahnya terlalu panjang, sebenarnya ini akibat cerita mb multi yang sudah S.kep tentang salah satu pulau di sumsel yang (nyaris saya singgahi) T.T. Jadi mendadak histeris dan penuh penyesalan setelah tau keeksotisan pulau itu, tapi keadaan membuat kami belum berjodoh *halah.
Ok, kalo untuk menjelajah sumsel sendiri sudah beberapa tempat yang saya rasakan udaranya semisal Pagaralam waktu semester 2 (fieldtrip), kemudian lahat tapi dua kali ke sana masih bisa dibilang Cuma numpang lewat, Empat lawang waktu takziah ke salah satu saudari yang ibunya meninggal, Linggau waktu fieldtrip semester tiga yang dilajutkan ke curub kemudian ke Bengkulu, Sekayu waktu nganter kakak test dosen, Kayu Agung (lumayan sering), muara enim pas dua kali walimah kakak sesepuh diorganisasi, ke tanjung enim (kalo gak salah) menikmati panorama air terjun bedegung (maaf juga kalo salah nama). Baturaja pas acara FSLDKD di UNBARA juga pas ada acara di tempat besan. Banyuasin pas ke rumah temen (walopun cuma diperbatasan Palembang-banyuasin, tapi kan sudah masuk banyuasian a.k.a Palembang coret :p), tapi juga pernah ke daerah makarti jaya (fieldtrip) yang msih termasuk kawasan jalur kabupaten banyuasin. Nah untuk daerah penelitian saya yang sedikit buat berdeWOW itu, masih termasuk salah satu kecamatan di kabupaten Ogan Komering Ilir. Untuk menuju kecamatan yang bernama Tulung Selapan sendiri bisa ditempuh dengan jalan darat yang sedikit buat perut dimix, atau dengan transportasi air melalui sungai musi yang juga bisa buat perut sedikit banyak dimix. Jadi saran kalau ada jalan udara, mending sobat-sobit ke sini dengan jalan udara saja (kalo ada). Perjalanan di tempuh dari palembang menuju kecamatan sekitar delapan jam *tanpa macet atau semacam pecah ban -_-. Untuk menuji ke lokasi desa (dalam hal ini tempat saya meneliti) bisa ditempuh dengan waktu sekitar 3 jam, sekedar saran bagi yang benar-benar berniat untuk ke lokasi shalatnya diJama’ aja, karena speedboat kadang tidak bersahabat bisa mendadak macet dan membuat wkatu tempuhnya menjadi lebih lama *deritah Desa pertama tempat penelitian saya terletak di Desa Simpang Tiga Sakti dusun Lebong hitam, untuk penjabaran desanya bisa dilihat di blog saya yang di sebelah *penting. Nah untuk lokasi penelitian saya yang kedua (walopun gak jadi diteliti), terletak di Desa Kuala Dua Belas dusun Buntuan. Desa ini bisa ditempuh dengan waktu sekitar 2 jam lebih banyak dari kecamatan, desa ini terletak dekat dengan selat bangka. Jika sedang musim kemarau air akan berubah menjadi asin, hal ini lah yang menjadi salah satu yang dieluhkan masyarakat desa. Sarana air bersih masih belum ada di sana, sehingga masyarakat lebih mudah terjangkit penyakit. Sebagai daerah yang dekat dengan areal konservasi, sumberdaya hutan yang sering dimanfaatkan masyarakat di sana yaitu hutan nibung dan nimfa. Desa Kuala Dua belas ini sendiri ternyata terletak tidak jauh dari pulau Maspari yang (gagal) kami kunjungi. Bisa ditempuh dengan waktu tempuh sekitar satu sampai dua jam. Pulau ini ternyata salah satu aset sumsel karena setelah saya selidik lebih dalam banyak sekali potensi sumber daya yang ada di sana yang nyaris rusak. Sobat-sobit bisa melihat apa saja keeksotisan pulau ini di sini http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/05/25/perjalanan-menuju-pulau-maspari/. Maaf karena belum ke sana alias gagal, jadi tidak bisa menceritakan banyak hal tentang pulau ini. Tapi bagi sobat-sobit yang mengaku traveller saya rasa wajib merasakan udara di sana, apalagi untuk orang palembang asli sayang bila belum melihat keeksotisan pulau ini. Karena banyak yang mengeluhkan sumsel gak punya pantai :D. Pulau Maspari sendiri lebih sering dikunjungi para nelayan dari bangka daeran Toboali (tempat adek tingkat 🙂 ). Saran juga tempat untuk dikunjungi kawasan tanjung si api-api. Bisa dilalui dari jalan bandara tapi lurus terus. Cuma saran, karena jalannya kurang baik dan benar, jadi kalo bisa persiapkan bensin dan perbekalan yang banyak kalau berniat ke sini. Saya juga nyaris mengunjungi tempat ini :). Segitu aja ceritanya tentang pulau Maspari, semoga bisa jadi salah satu daftar tujuan sobat-sobit. Salam Traveller! ! 😀

Advertisements